Harmoni Indonesia Kisah hidup Profesor Sugianto merupakan gambaran nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mencapai puncak pendidikan dan karier akademik. Lahir dan besar di wilayah pedesaan Indramayu Barat, Kabupaten Indramayu, ia berasal dari keluarga sederhana yang menggantungkan hidup pada pertanian dan peternakan. Sejak kecil, kehidupannya jauh dari kemewahan. Ia membantu orang tua di sawah sekaligus menggembalakan kerbau setelah pulang sekolah. Aktivitas itu bukan sekadar pekerjaan, tetapi menjadi sekolah kehidupan yang membentuk disiplin, ketekunan, dan daya juang yang kuat. Di desa tempat ia tumbuh, akses pendidikan tidak selalu mudah. Buku terbatas, fasilitas sekolah sederhana, dan jarak tempuh yang jauh menjadi tantangan sehari-hari. Namun, semangat belajar Sugianto luar biasa.Ia sering belajar pada malam hari dengan penerangan seadanya. Baginya, pendidikan adalah jalan keluar dari lingkaran kemiskinan sekaligus bentuk penghormatan kepada perjuangan orang tuanya.
Ketertarikannya pada hukum muncul ketika ia menyadari pentingnya keadilan sosial bagi masyarakat kecil, termasuk petani dan masyarakat desa seperti tempat asalnya.
Perjalanan akademiknya tidak instan ia menempuh pendidikan tinggi hukum dengan berbagai keterbatasan biaya. Aktif dalam diskusi akademik dan penelitian.Melanjutkan studi hingga jenjang doktoral. Mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti hukum. Dedikasi panjang itu akhirnya mengantarkannya meraih jabatan akademik tertinggi Profesor Hukum. Prof Dr Sugianto Alumni IKAL PPRA LIV Lemhanas RI th 2016 yg juga asli anak petani tulen & pengembala kerbau sejak SMP Negeri1 di Indramayu Barat Jawa Barat adalah Guru besar Hukum dan bertugas di UIN Siber syekh Nurjati Cirebon yang otomatis PNS di Kementerian Agama RI, ia juga Dewan penyantun IAI Al Azis Indramayu Sapta







LEAVE A REPLY